Uncategorized

Banjir Medan Berangsur Pulih, Puluhan Warga Kembali ke Rumah Setelah Penanganan dan Pemantauan BPBD

MEDAN — Kondisi sejumlah kawasan di Kota Medan, Sumatera Utara, mulai kembali normal setelah banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan pada 11 Oktober 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan memastikan bahwa warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Kepala BPBD Medan Yunita Sari menyampaikan perkembangan tersebut pada Senin, 12 Oktober 2026.

Banjir sebelumnya terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dan menyebabkan genangan di beberapa wilayah permukiman.

Berdasarkan data BPBD, sebanyak 45 warga sempat mengungsi di dua kecamatan. Sebanyak 35 orang berasal dari Kecamatan Medan Johor, sementara 10 orang lainnya berada di Kecamatan Medan Selayang.

Lokasi terdampak meliputi Kelurahan Kwala Bekala dan Kelurahan Beringin.

Ketinggian genangan di Medan Johor dilaporkan berkisar 40–60 sentimeter, sedangkan di Medan Selayang sekitar 30–60 sentimeter.

Warga yang terdampak sempat mencari perlindungan sementara secara mandiri di tempat ibadah sekitar permukiman.

BPBD menyatakan genangan telah surut dan aktivitas masyarakat kembali berlangsung. Meskipun demikian, pemantauan lapangan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi.

Sebanyak tujuh personel BPBD masih disiagakan untuk memberikan bantuan dan melakukan pengawasan di wilayah terdampak.

Penanganan banjir menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat, terutama ketika perubahan cuaca dapat menyebabkan kenaikan debit air dalam waktu singkat.

Selain kesiapsiagaan petugas, masyarakat juga diminta tetap memperhatikan informasi kebencanaan dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menemukan kondisi yang membahayakan.

Ke depan, penguatan mitigasi melalui pemetaan titik rawan, pemeliharaan saluran air, serta kesiapan evakuasi menjadi langkah yang perlu mendapat perhatian.

Pemulihan aktivitas warga merupakan perkembangan positif. Namun, upaya mengurangi risiko banjir berulang tetap menjadi pekerjaan penting untuk meningkatkan ketahanan kawasan permukiman Medan.