Ekonomi

Jalur Pengiriman Laut ke Malaysia Diusulkan untuk Memperluas Pasar Ekspor Pelaku UMKM Sumatera Utara

MEDAN — Peluang ekspor pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sumatera Utara mendapat perhatian melalui usulan pembukaan jalur pengiriman laut yang lebih fleksibel menuju Malaysia.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan gagasan tersebut ketika menerima Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, di Medan pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Usulan difokuskan pada pengiriman barang dalam volume yang lebih kecil, tetapi dengan frekuensi lebih sering.

Skema yang dibahas mencakup kemungkinan pengiriman setiap lima hari atau sekali dalam sepekan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengatasi salah satu hambatan yang dihadapi pelaku usaha kecil, yakni kebutuhan mengumpulkan barang dalam jumlah besar sebelum melakukan pengiriman internasional.

Bagi UMKM, persyaratan volume pengiriman dapat memengaruhi biaya logistik dan perputaran modal.

Apabila tersedia layanan dengan volume lebih kecil, pelaku usaha berpotensi mengirim produk secara lebih teratur tanpa harus menunggu stok dalam jumlah besar.

Data Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Utara tahun 2025 menunjukkan terdapat sekitar 1,4 juta unit UMKM di provinsi tersebut, dengan mayoritas berada pada kategori usaha mikro dan kecil.

Besarnya jumlah usaha tersebut menjadi dasar pentingnya pengembangan sistem logistik yang sesuai dengan kapasitas pelaku usaha.

Dalam pembahasan itu, Sumatera Utara juga menyatakan kesiapan mempertimbangkan dukungan subsidi transportasi laut lintas negara untuk menekan biaya pengiriman.

Pihak Malaysia menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan perlunya pembahasan teknis lebih lanjut.

Meski demikian, jalur pengiriman baru masih berupa usulan. Belum ada kepastian mengenai tanggal pelaksanaan, rute operasional, tarif, maupun bentuk subsidi.

Realisasinya masih membutuhkan kajian regulasi, koordinasi antarlembaga, serta keterlibatan perusahaan logistik.

Apabila dapat diwujudkan, kerja sama ini berpotensi memberikan pilihan distribusi lebih luas bagi UMKM Sumatera Utara yang ingin memasuki pasar Malaysia.