MEDAN — Pemerintah Kota Medan mengarahkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk memperkuat pendekatan antisipatif dalam menjaga stabilitas harga.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta TPID tidak menunggu harga kebutuhan masyarakat meningkat sebelum melakukan langkah pengendalian.
Pendekatan tersebut memperkuat fungsi data dalam kebijakan ekonomi daerah. Perubahan stok, distribusi, produksi, cuaca, dan pola konsumsi dapat menjadi indikator awal sebelum kenaikan harga benar-benar terjadi di pasar.
Intervensi dini juga dapat membantu pemerintah menentukan kebijakan yang lebih tepat, misalnya memperkuat distribusi, berkoordinasi dengan produsen, atau melakukan operasi pasar ketika dibutuhkan.
Pengendalian inflasi sangat berkaitan dengan daya beli karena kenaikan harga pangan paling cepat dirasakan rumah tangga.
Karena itu, kebijakan preventif memiliki nilai strategis bagi stabilitas sosial-ekonomi kota.
Tantangan berikutnya adalah memperkuat sistem informasi harga yang cepat serta koordinasi antarlembaga sehingga keputusan tidak tertinggal dari dinamika pasar.
Dengan TPID yang lebih responsif, pemerintah memiliki ruang lebih besar mencegah gejolak harga berkembang menjadi tekanan terhadap masyarakat.